Tawakal dan Sempurnanya Ikhtiar
Imam Ibnu Rajab dalam kitab Jaami’ul ‘Uluumi wal Hikam menyatakan bahwa tawakal dan ikhtiar yang sempurna tidaklah bertentangan. Beliau berkata,
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya bertawakal tidaklah
bertentangan dengan usaha untuk (melakukan) sebab yang dengannya Allah
Ta’ala menakdirkan ketentuan-ketentuan (di alam semesta), dan (ini
merupakan) ketetapan-Nya yang berlaku pada semua makhluk-Nya. Karena
Allah Ta’ala memerintahkan (kepada manusia) untuk melakukan sebab
(usaha) sebagaimana Dia memerintahkan untuk bertawakal (kepada-Nya),
maka usaha untuk melakukan sebab (yang halal) dengan anggota badan
adalah (bentuk) ketaatan kepada-Nya, sebagaimana bertawakal kepada-Nya
dengan hati adalah (perwujudan) iman kepada-Nya"
Ucapan beliau ini sesuai dengan firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an surat Jumu’ah ayat 10 yaitu :
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka
bumi (untuk mencari rezki dan usaha yang halal) dan carilah karunia
Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung"
juga bersesuaian dengan sabda Rasulullah dalam hadits riwayat Muslim yaitu :
“Orang mukmin yang kuat (dalam iman dan tekadnya) lebih baik dan lebih
dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah, dan masing-masing
(dari keduanya) memiliki kebaikan, bersemangatlah (melakukan) hal-hal
yang bermanfaat bagimu dan mintalah (selalu) pertolongan kepada Allah,
serta janganlah (bersikap) lemah…”.
No comments:
Post a Comment